5 December 2006
Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja
Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang penting adalah harganya yang luar biasa murah.
Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga yang sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun." Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh, "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?" katanya sambil menunjukan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.
Ah! Betapa cantiknya, bila sebuah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua diatas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankan demikian tugas kita dalam bekerja: menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.
Posted in Artikel Lama, Motivasi

sesy says; 6 December 2006 @ 6:53 am
hi, kunjungan balik nih. nice stories and also bright blog, eh ajarin bikin readmore di blogsome dong
sesy says; 6 December 2006 @ 6:56 am
hi, kunjungan balik nih. nice stories and also bright blog, eh ajarin bikin readmore di blogsome dong
sesy says; 6 December 2006 @ 6:58 am
hi, kunjungan balik nih. nice stories and also bright blog, eh ajarin bikin readmore di blogsome dong
christopher caesar says; 26 November 2007 @ 10:48 am
saya berpendapat bahwa hidup adalah sebuah realita atas dasar apa yang telah kita perbuat selama ini.
jadi fun aja kalo kita mau ngejalaninnya, karena itu semua kan kita sendiri yang berbuat.