10 October 2008
Agar Desain Tidak Itu-Itu Saja
Meski dibutuhkan kebersamaan untuk saling berbenah antara desainer web dengan penyedia tekonologi atau software menjadi titik tolak kebangkitan desain web, namun dalam perjalanannya sangat dibutuhkan pengetahuan teknis, kemampuan desain grafis, selain pemahaman arah dari desain web itu sendiri.
Mencermati perkembangan dunia web, khususnya di Indonesia yang cenderung stagnasi, ada beberapa faktor yang wajib dipahami diantaranya:
1. Ide Orisinil
Ini antara lain bisa dilihat dari segi klien, sebagai pemegang penuah atas situs yang akan dibikin oleh desainer web tersebut. Ketika sebuah ide beradu dengan kepentingan, maka yang terjadi adalah bentuk kompromi-kompromi yang sebenarnya kalau tidak diberikan rambu-rambu akan menambah carut-marut desain web Indonesia. Desainer web akanmemunculkan ide-ide orisinilnya apabila campur tangan klien yang cukup dalam dan banyak dalam proses pengerjaannya. Walaupun klien punya hak penuh, namun memberikan kebebasan pada desainer web berkreasi dengan imajinasinya akan sedikit banya membantu khazanah yang akan menjadikan Web Indonesia menjadi terbaik.
2. Piranti
faktor lainnya terletak pada masalah piranti, yang dipid\sahkan antara piranti yang dipergunakan oleh desainer web dan piranti yang dipergunakan oleh browser. Semakin banyak perantiyang dipahami dan digunakan, maka bukan saja mempercantik tetapi juga enak di jelajahi. Sedangkan yang berkaitan dengan browser harus menjadi perhatian pada desainer web. Adanya perbedaan antara komputer PC dan Mac buatan Apple Computers mengakibatkan adanya perbedaan penampilan homepage baik dari segi warna, komposisi hingga fungsi navigasi dan informasi homepae tersebut. Tak ayal, ketidaktepatan di dalam memilih browser, akan mengurangi fungsi situs tersebut. Misalnya, default font pada komputer PC berbeda dengan Apple Mac, termasuk dalam ukurannya. Dari sisi warna komputer tampak super saturated sedangkan untuk Mac warna tampil lebih washed out.
(http://www.glassdog.com/). Dan tidak ketinggalan juga pemahan\man karakteristik browser, ada beberapa browser yang tidak mendukung penuh fungsi yang ada pada situs. Microsoft mempunyai Jscript dan VBScript dan ActiveX yang tidak bisa dijalankan di Netscape. Atau contoh paling sial adalah situs yang mengharuskan adanya beberapa plug-in, seperti Flash Player atau Shockwave Player. Meski begitu, beberapa desainer web yang tanggap telah mengatasinya dengan menambahkan baris pilihan untuk browser pengunjungnya.
3. Pengguna.
Faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah pengguna. Faktor ini patut diperhatikan oleh desainer Web. Kita bedakan antara pengguna aktif dengan pengguna pasif. Seorang pengguna yang pasif akan menerima apa adanya kendala yang ada ketika sebuah situs ditayangkan sepanjang informasi yang diinginkan telah didapatkan. Akan lebih repot lagi apabila menghadapi pengguna aktif di mana mereka membutuhkan sesuatu yang bisa “dijual” dari kunjungannya, selain informasi yang biasa dibacanya. Desain dengan hanya mendasarkan warna-warna seragam akan segera ditinggalkan oleh pengguna jenis ini. Mereka membutukan dukungan informasi dengan sistem navigasi serta “brain effect” yang cukup membangkitkan selera mereka tinggal berlama-lamaan menelusuri halaman demi halaman. Mempukah desainer web memahami dinamika ini. Mestinya, desainer Web juga memahami karakteristik para penggunanya. Misalnya, pengguna wanita lebih sensitif terhadap warna dibanding dengan pria. Warna merah lebih popular untuk wanita dan warna biru ternyata lebih disukai oleh pengguna pria. Atau hal-hal yang lebih sepele, misalnya, segmentasi pemakai Internet di Indonesia(http://www.detiknet.com/database/survey-apjii/prelaunch-internet%20survey/sld010.htm).
4. Tren
Faktor penting lainnya adalah tren. Desainer web Sepatutnya mengikuti tren yang berlaku di masyarakat sekarang. Namun, dalam memperlihatkan faktor ini tidak mendasarkan diri atas menggali lubang kubur bersama-sama. Inilah sebuah dunia yang tidak bisa memisahkan diri dengan lifestyle yang berkembang. Semua faktor ini seharusnya diatasi dengan kerja sama yang lebih kuat di antara pengguna, penyedia jasa teknologi informasi dan para desainer Web itu sendiri.
Posted in Artikel Lama, Desain Grafis

MyAvatarInside says; 12 October 2008 @ 3:44 pm
well, yang terpenting tetap master mind nya, mo dibawa kemana desain tersebut, dan gambaran kasarnya sendiri seperti apa
Kate says; 6 December 2008 @ 9:11 am
I recently came accross your blog and have been reading along. I thought I would leave my first comment. I dont know what to say except that I have enjoyed reading. Nice blog. I will keep visiting this blog very often.
Kate
http://educationonline-101.com