Masuwiek's Blog

“First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win. ” (Mahatma Gandhi)


KELIRUMOLOGI “Mitos Satwa”

mengembalikan jati diri bangsa 

 Dunia satwa termasuk salah satu sasaran utama mitos garapan manusia yang tidak selalu selaras dengan kenyataan. Salah satu mitos satwa yang paling populer adalah anggapan bahwa keledai itu hewan bodoh. Pada kenyataan perangai di lapangan, justru keledai mampu membuktikan bahwa dirinya tidak bodoh. Bahkan dibandingkan dengan sanak sejenisnya, yakni kuda, sebenarnya keledai "lebih cerdas" jika kaidah kecerdasan diukur dari kadar kepatuhan.

Justru akibat lebih "cerdas" ketimbang kuda, maka sementara kuda lebih mudah mematuhi instruksi manusia, terbukti keledai tidak selalu sudi tunduk terhadap perintah-perintah manusia, yang tidak selalu sesuai dengan kehendak maupun realita kemampuan sang keledai. Secara proporsional berdasar ukuran besar dan berat tubuh, keledai juga lebih kuat memikul beban ketimbang kuda. Daya tahan keledai terhadap haus dan lapar juga lebih kuat, maka lebih mampu menempuh perjalanan lebih jauh ketimbang kuda, dengan kecepatan tempuh yang sama.

Di Indonesia, berkat merakyatnya dongeng dengan tokoh kancil, satwa mungil itu dianggap cerdas, cerdik, dan selalu mampu berhasil menyelamatkan diri dari ancaman marabahaya lingkungan hidupnya, termasuk para predator yang paling ganas! Namun, dari hasil pengamatan terhadap gaya hidup sang kancil, baik di penangkaran maupun alam terbuka, tidak banyak hal yang dapat ditafsirkan sebagai citra kecerdasan. Memang berkat tubuhnya yang kecil dan langsing, seekor kancil dapat bergerak relatif gesit. Namun, kegesitan itu tidak didukung strategi atau taktik penyelamatan diri yang cerdik yang mampu mengecoh atau memperdaya pihak pemangsa, hingga tetap relatif mudah dikejar lalu diterkam untuk dilahap.

Tidak heran, apabila pada kenyataan kehidupan alami, kancil merupakan jenis satwa yang hanya mampu berkembang biak di lokasi tertentu. Jumlah populasi terus merosot, hingga termasuk kategori satwa liar terancam punah.

Beredar pula mitos sesat yang mengklaim bahwa satwa yang berbahaya bagi manusia hanya karnivora, alias pemakan daging. Sementara para satwa herbivora, pemakan tanaman, seperti sapi, kerbau, kambing, dan rusa tidak perlu diwaspadai, sebab bukan ancaman bagi keselamatan manusia. Yang berbahaya justru mitos tentang satwa herbivora itu sendiri, sebab bisa menyesatkan dan juga membahayakan keselamatan jiwa manusia. Meski badak, banteng dan babi hutan termasuk satwa pemakan tanaman, sebaiknya manusia jangan sembrono mengusik ketentraman mereka, sebab dalam kondisi tersudut, mereka bisa mendadak menjadi luar biasa agresif dan buas, hingga bisa lebih berbahaya terhadap keselamatan manusia, ketimbang serigala atau harimau.

Bisa saja, anggapan bahwa lumba-lumba (bukan ikan, sebab tergolong jenis mamalia) adalah hewan cerdas, juga tidak tepat. Bukan akibat ternyata lumba-lumba tidak cerdas, tetapi justru karena satwa berperilaku riang dan jenaka itu lebih cerdas ketimbang mitos buatan manusia. Telah berulang kali terbukti melalui peristiwa nyata, kecerdasan lumba-lumba bukan hanya didayagunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok sejenisnya. Mereka secara sadar dan terarah dalam tatalaksana terencana, juga melakukan demi menyelamatkan jenis makhluk lain, termasuk manusia, dari ancaman mati tenggelam ditelan gelombang samudera atau dicabik-cabik ikan hiu.

Lumba-lumba tidak hanya cerdas tetapi malah sudah memiliki budi pekerti luhur.

(Jaya Suprana)




2 Comments »


  1. Felice Sadira says; 7 September 2009 @ 7:15 am

    wah, lengkap sekali pembahasannya ^_^!


  2. Travel and Vacation says; 10 September 2009 @ 1:53 am

    Blog yang bagus dan tulisan yang menarik.

    Terimakasih.



RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

  

Tentang Penghuni

MASUWIEK. Dwi Setyawan, Uwiek. Menginjakan kaki di Bekasi sebagai seorang mahasiswa. Utak-atik Blog hanya pengisi waktu selagi sempat dan punya hasrat.


Sudut Jogja

Yogyakarta / Jogja

Katalog Wisata Jogja / Yogyakarta

Cuap-cuap


Jumlah Pengunjung


Ensiklonesia


Bertukar Link

Bila Anda ingin bertukar link dengan Masuwiek.Blogsome.com, boleh menggunakan kode HTML di bawah ini.


Tampilan:
Masuwiek.Blogsome.com

ATAU


Tampilan:
Masuwiek