Sebagai desainer terkadang sulit untuk memberikan justifikasi atas desain yang dihasilkannya. Yang penting adalah ‘enak dilihat’. Sedang dari sisi pelaku pemasaran dan komunikasi, mereka mengalami kesulitan apakah kapan desain dianggap selesai dan akan sukses untuk kebutuhan komunikasi mereka Dari sisi publik, ada desain yang begitu susah dan rumitnya dijelaskan filosofinya. Ada desain yang mudah dicerna dan ‘feels right’. Tapi cukup banyak pula desain yang kelihatan ‘nggak nyambung’ dengan apa yang dikomunikasikannya.
DESAIN SEBAGAI PROSES
“Good design is not about the result, it’s when everybody involved feels good about it”. Kutipan ini sangat respresentatif di dalam mendeskripsikan tugas seorang desainer. Hal yang sangat krusial di dalam desain adalah pertanyaan Proses >< Hasil, manakah yang lebih penting? Apakah hasil karya desain berawal dari rancangan yang self-indulgence yang dicari justifikasinya atau memang merupakan solusi atas kebutuhan komunikasi?
(more…)
Meski dibutuhkan kebersamaan untuk saling berbenah antara desainer web dengan penyedia tekonologi atau software menjadi titik tolak kebangkitan desain web, namun dalam perjalanannya sangat dibutuhkan pengetahuan teknis, kemampuan desain grafis, selain pemahaman arah dari desain web itu sendiri.
Mencermati perkembangan dunia web, khususnya di Indonesia yang cenderung stagnasi, ada beberapa faktor yang wajib dipahami diantaranya:
1. Ide Orisinil
Ini antara lain bisa dilihat dari segi klien, sebagai pemegang penuah atas situs yang akan dibikin oleh desainer web tersebut. Ketika sebuah ide beradu dengan kepentingan, maka yang terjadi adalah bentuk kompromi-kompromi yang sebenarnya kalau tidak diberikan rambu-rambu akan menambah carut-marut desain web Indonesia. Desainer web akanmemunculkan ide-ide orisinilnya apabila campur tangan klien yang cukup dalam dan banyak dalam proses pengerjaannya. Walaupun klien punya hak penuh, namun memberikan kebebasan pada desainer web berkreasi dengan imajinasinya akan sedikit banya membantu khazanah yang akan menjadikan Web Indonesia menjadi terbaik.
(more…)
D (Default Colors)
Num Keys 1 thru 0 (Tool Opacity Level)
H (Hand Tool)
Ctrl + Alt + Shift + N (Quick New Layer)
Ctrl + Alt + Shift + E (Stamp Visible)
[ (Decreases Brush Size)
] (Increases Brush Size)
Shift + [ (Decrease Brush Softness)
Shift + ] (Increases Brush Softness)
Ctrl + Alt + Shift + K (Show Keyboard Commands)
Memperbincangkan perihal dikotomi otodidak versus akademik di lingkungan ranah desain komunikasi visual sampai detik ini agaknya tidak pernah tuntas. Sampai-sampai kata akademik menjadi mitos dan momok yang menakutkan.
Apa sih dosa dari akademik? Apa sih kesalahan dari otodidak? Apakah kalau akademik itu dengan serta merta mengoposisi-binerkan nonakademik atau sebaliknya? Apakah akademik lebih percaya diri, lebih hebat, lebih superior dibandingkan otodidak atau sebaliknya?
(more…)
Angka 72 merupakan angka favorit dalam dunia desain grafis. Tengok AdobePhotoshop dan anda kan menjumpai angka 72. bukalah Macromedia Fireworks dan angka 72 tersembul disana. Banyak software desain grafis mengandalkan angka 72 ini. Mengapa angka 72 begitu popular dan kondang? (more…)