Dalam membina hubungan antar sesama manusia sering kali ungkapan atau kata-kata yang dapat memberi energi positif pada orang lain tanpa sadar selalu saja kita abaikan, dan akibatnya hubungan lambat laun kehilangan energi positifnya karena tanpa dilandasi ketulusan yang berakibat pada dinginnya suatu hubungan antar sesama manusia. Lalu ungkapan apa yang mampu membangun hubungan baik antara manusia?
Menurut para ahli komunikasi ternyata ada tiga kata ajaib yang mampu membangun hubungan baik antar manusia (the three magic word). Kata- kata tersebut sebenarnya sangat mudah di dikatakan dan bila di dasari dengan ketulusan hati, tanpa basa-basi ternyata dampaknya sangat luar biasa. Kata tersebut yaitu :
“Terimakasih” (thank you), “maaf” (sorry), dan “tolong” (please). Dari ketiga kata tersebut ternyata yang memiliki kekutan terbesar ternyata ”terima kasih”. Jadi kiranya bahasan mengenai ungkapan terimakasih merupakan tema utama dalam postingan ini.
(more…)
Barangkali Michael Shermer, Ph.D., tepat dipanggil Mr. Sceptic. Kolumnis dan redaktur tamu di majalah Scientific American itu, selain pendiri dan penerbit majalah Sceptic ia juga pembawa acara dalam Skeptics Lecture Series di Universita Caltech, California, AS.
Shermer telah menuangkan gagasan skeptisnya tentang beberapa hal dalam beberapa buku, tentang hal-hal aneh yang banyak dipercayai oleh masyarakat dunia. Dalam Why People Believe Weird Things, ia menuliskan pandangan kritis terhadap para pemercaya hal-hal aneh.
(more…)
Apa salahnya menangis, jika memang dengan menangis itu manusia menjadi sadar. Sadar akan kelemahan-kelemahan dirinya, saat tiada lagi yang sanggup menolongnya dari keterpurukan selain Allah Swt. Kesadaran yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Bukankah kondisi hati manusia tiada pernah stabil? Selalu berbolak balik menuruti keadaan yang dihadapinya. Ketika seseorang menghadapi kebahagiaan maka hatinya akan gembira dan saat dilanda musibah tidak sedikit orang yang putus asa bahkan berpaling dari kebenaran.
Sebagian orang menganggap menangis itu adalah hal yang hina, ia merupakan tanda lemahnya seseorang. Bangsa Yahudi selalu mengecam cengeng ketika anaknya menangis dan dikatakan tidak akan mampu melawan musuh-musuhnya. Para orang tua di Jepang akan memarahi anaknya jika mereka menangis karena dianggap tidak tegar menghadapi hidup. Menangis adalah hal yang hanya dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai prinsip hidup.
(more…)
Mengembalikan jati diri bangsa berarti paham akan falsafah bangsa Indonesia yg tumbuh dan berkembang bersama dengan berkembangnya bangsa ini. Dimana manusia dalam melaksanakan kehidupannya akan dihadapi oleh nilai-nilai luhur yg dianutnya sebagai pandangan hidup.Nilai-nilai luhur merupakan tolok ukur kebaikan yg berkenaan dengan sifat-sifat mendasar dan abadi dalam hidup manusia itu yg terdiri dari cita-cita dan tujuan yg hendak dicapai. Pandangan hidup sebagai kerangka acuan yg mendasar dalam hubungannya dengan kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya. Pandangan hidup juga merupakan landasan dalam menata lembaga yg penting bagi kehidupan.
Dengan pandangan hidup bangsa yg jelas, suatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman mengenal dan memecahkan masalah politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan hankam, yg timbul dalam gerakan masyarakat yg semakin maju. Dengan pedoman pada pandangan hidup itu pula, suatu bangsa akan membangun dirinya. (more…)
Dunia satwa termasuk salah satu sasaran utama mitos garapan manusia yang tidak selalu selaras dengan kenyataan. Salah satu mitos satwa yang paling populer adalah anggapan bahwa keledai itu hewan bodoh. Pada kenyataan perangai di lapangan, justru keledai mampu membuktikan bahwa dirinya tidak bodoh. Bahkan dibandingkan dengan sanak sejenisnya, yakni kuda, sebenarnya keledai "lebih cerdas" jika kaidah kecerdasan diukur dari kadar kepatuhan.
Justru akibat lebih "cerdas" ketimbang kuda, maka sementara kuda lebih mudah mematuhi instruksi manusia, terbukti keledai tidak selalu sudi tunduk terhadap perintah-perintah manusia, yang tidak selalu sesuai dengan kehendak maupun realita kemampuan sang keledai. Secara proporsional berdasar ukuran besar dan berat tubuh, keledai juga lebih kuat memikul beban ketimbang kuda. Daya tahan keledai terhadap haus dan lapar juga lebih kuat, maka lebih mampu menempuh perjalanan lebih jauh ketimbang kuda, dengan kecepatan tempuh yang sama.
(more…)
Ketika berbicara mengenai tulisan-tulisan Trotsky, kebanyakan kelompok yang mengaku sebagai Trotskis setuju bahwa kesimpulan-kesimpulan Trotsky di dalam karya-karya utamanya adalah sebuah kajian yang ditulis Trotsky pada periode saat itu. Yang harus kita lakukan adalah menerapkan ‘metode’ Marx, Engels, Lenin, dan Trotsky ke dunia sekarang ini. Jadi, yang penting adalah bukan mendebatkan perbedaan tafsiran-tafsiran pemikiran Trotsky. Hal yang paling penting adalah untuk mendiskusikan periode yang sudah kita lalui dan periode sekarang ini.
(more…)