<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Masuwiek's Blog | Dari Langit Bekasi Menuju Dunia</title>
	<link>http://masuwiek.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:46:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Tiga Kata Ajaib</title>
		<link>http://masuwiek.blogsome.com/2009/11/17/tiga-kata-ajaib/</link>
		<comments>http://masuwiek.blogsome.com/2009/11/17/tiga-kata-ajaib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masuwiek</dc:creator>
		
	<category>Motivasi</category>
	<category>Kehidupan</category>
		<guid>http://masuwiek.blogsome.com/2009/11/17/tiga-kata-ajaib/</guid>
		<description><![CDATA[	Dalam membina hubungan antar sesama manusia sering kali ungkapan atau kata-kata yang dapat memberi energi positif pada orang lain tanpa sadar selalu saja kita abaikan, dan akibatnya hubungan lambat laun kehilangan energi positifnya karena tanpa dilandasi ketulusan yang berakibat pada dinginnya suatu hubungan antar sesama manusia. Lalu ungkapan apa yang mampu membangun hubungan baik antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Dalam membina hubungan antar sesama manusia sering kali ungkapan atau kata-kata yang dapat memberi energi positif pada orang lain tanpa sadar selalu saja kita abaikan, dan akibatnya hubungan lambat laun kehilangan energi positifnya karena tanpa dilandasi ketulusan yang berakibat pada dinginnya suatu hubungan antar sesama manusia. Lalu ungkapan apa yang mampu membangun hubungan baik antara manusia?</p>
	<p> Menurut para ahli komunikasi ternyata ada tiga kata ajaib yang mampu membangun hubungan baik antar manusia (the three magic word). Kata- kata tersebut sebenarnya sangat mudah di dikatakan dan bila di dasari dengan ketulusan hati, tanpa basa-basi ternyata dampaknya sangat luar biasa. Kata tersebut yaitu :<br /> <strong><br /> &ldquo;Terimakasih&rdquo;</strong> (thank you), <strong>&ldquo;maaf&rdquo;</strong> (sorry), dan <strong>&ldquo;tolong&rdquo;</strong> (please). Dari ketiga kata tersebut ternyata yang memiliki kekutan terbesar ternyata &rdquo;terima kasih&rdquo;. Jadi kiranya bahasan mengenai ungkapan terimakasih merupakan tema utama dalam postingan ini.<br /><a id="more-110"></a> <br /> Jika dikategorisasikan berdasarkan penting dan tidak penting, dua kata yang sangat penting adalah &rdquo;terimakasih&rdquo; dan kata yang paling penting adalah &rdquo;kami&rdquo; dan kata yang kurang penting adalah &quot;aku&quot;. Ungkapan terimakasih sebenarnya didasari pada rasa Syukur kepada Yang Maha Kuasa atas Rahmatnya-Nya kepada seseorang. Dia menggunakan orang lain untuk menolong sesorang untuk melakukan sesuatu atau memberi sesuatu. Itulah sebabnya mereka yang jarang mengungkapkan rasa terimakasih, memiliki rasa sukur kepada Sang Pencipta yang belum berkembang optimal. Mereka yang belum merasakan betapa besarnya kasih dan nikmat yang diberikan sang pencipta kepada dirinya, tentu sulit untuk mengungkapkan rasa terimakasih kepada orang lain.</p>
	<p> Bill Scheibler mengatakan, terimakasih kepada seseorang tanpa mengungkapkan secara khusus adalah sama seperti membungkus kado tanpa memberikanya. Ungkapan terimakasih memang seharusnya disampaikan secara khusus dan tulus, bukan sebagai suatu rutinaitas dan budaya atau iklim kerja. Tatapan mata yang lembut yang disertai senyum dan jabat tangan erat sambil menyampaikan terimakasih, memiliki kekuatan yang luar biasa bagi orang yang menerimanya untuk berbuat lebih baik lagi. Ungkapan terimakasih yang tulus dan antusias akan mendorong orang untuk semakin banyak memberi dan melayani orang lain. Penghargaan kepada seseorang berupa materi adalah baik, namun hal tersebut belum berarti apa-apa dan bermakna jika tidak disertai dengan ungkapan terimakasih yang tulus.</p>
	<p> Seorang ahli lain, David Rayback mengatakan bahwa ungkapan terimakasih mampu mengikatkan dan menguatkan hubungan antar manusia. Sebagai contoh sepasang suami istri atau pasutri akan semakin kuat hubungan tali kasih diantara mereka hanya karena mereka mudah mengungkapkan terimakasih yang tulus. Ungkapan terimakasih dari sang suami terhadap istri karena disuguhi kopi panas setiap pagi, akan meningkatkan motivasi sang istri untuk mengurus rumahtangganya. Ungkapan terimakasih sang istri atas gaji yang diberikan suami selama sebulan bekerja, tentu akan menambah penghargaan terhadap sang suami, serta dorongan untuk mengembangkan tanggung jawabnya tehadap keluarga. Hal ini jauh lebih baik bari pada sekedar menunutut sang suami untuk terus-menerus memberi gaji lebih.</p>
	<p> Orang tua tidak sungkan-sungkan mengungkapkan rasa terimakasih kepada anaknya, menunjukan pelajaran dan pola asuh yang baik terutama tentang bagaimana menghargai orang lain dimasyarakat.</p>
	<p> Demikian pula didalam kehidupan organisasi, pengikut yang tidak tahu berterimakasih kepada pemimpinnya adalah pengikut yang kurang menghargai keberdaan sang pemimpin secara total. Sebaliknya, pemimpin yang tidak pernah mengungkapkan rasa terimakasih kepada pengikutnya, menunjukan gambaran kredibilitas yang rendah dalam hubungan antar manusia, khususnya hubungan antara pemimpin dan pengikut.</p>
	<p> Cobalah untuk membiasakan mengungkapkan ketiga kata ini yaitu, &rdquo;terimakasih&rdquo;, &rdquo;maaf&rdquo; dan &rdquo;tolong&rdquo; jika berinterksi dengan seseorang atau sesama kita secara ikhlas maka aliran energi positif dalam hubungan saling menghargai dan dihargai akan tercipta dalam kehidupan sosial kita. <br /> 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masuwiek.blogsome.com/2009/11/17/tiga-kata-ajaib/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Engkau Tak Lahir dari Rahim Serigala</title>
		<link>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/engkau-tak-lahir-dari-rahim-serigala/</link>
		<comments>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/engkau-tak-lahir-dari-rahim-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 02:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masuwiek</dc:creator>
		
	<category>Cerpen Indra Tranggono</category>
		<guid>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/engkau-tak-lahir-dari-rahim-serigala/</guid>
		<description><![CDATA[	Tidak seperti biasanya, Ibu selalu mematikan televisi setiap mata kami asyik menikmati kelebaran gambar dan suara yang merampas perhatian. Ruang tengah yang semula hidup mendadak padam. Kami pun saling memandang.
	 &quot;Perut kalian tidak akan kenyang karena pidato itu,&quot; wajah ibu sedikit tegang.
	 &quot;Iya, tapi ini pidato penting. Pak menteri sedang menjelakan kenapa harga BBM dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Tidak seperti biasanya, Ibu selalu mematikan televisi setiap mata kami asyik menikmati kelebaran gambar dan suara yang merampas perhatian. Ruang tengah yang semula hidup mendadak padam. Kami pun saling memandang.</p>
	<p> &quot;Perut kalian tidak akan kenyang karena pidato itu,&quot; wajah ibu sedikit tegang.</p>
	<p> &quot;Iya, tapi ini pidato penting. Pak menteri sedang menjelakan kenapa harga BBM dan sembako naik,&quot; aku mencoba menghidupkan televisi, tapi dengan cepat Ibu merampas remote control.<br /><a id="more-109"></a> <br /> &quot;Lebih baik kamu antre minyak di kelurahan!&quot; Ibu menyodorkan uang dan kartu pengambil jatah. &quot;Kita punya jatah tiga lima liter,&quot; pandangan Ibu yang nanar menuntunku keluar rumah sambil menenteng jerigen.</p>
	<p> Hanya sekali itu Ibu melarang kami nonton televisi. Rupanya larangan itu pertama sekaligus terakhir. Sejak saat itu, kami tak tahu kemana televisi kami raib. Sokra, adikku, bilang, televisi 14 inci itu sedang &quot;disekolahkan&quot; ditempat Bu Mantri Suntik.</p>
	<p> &quot;Ternyata, tidak hanya manusia yang bodoh. Televisi juga bisa tolol,&quot; gumamku.</p>
	<p> &quot;Nanti kalau Ibu dapat pinjaman dari Bu Kadar pasti televisi itu kembali &quot;pintar&quot;, dan kita bisa nonton sepak bola atau para pejabat yang hobinya melawak,&quot; ujar Sokra dengan wajah beku.</p>
	<p> &quot;Untuk bisa menjadikan televisi itu kembali &quot;pintar&quot;, ibu harus menebus berapa?&quot;</p>
	<p> &quot;Saya dengar lima ratus ribu. Belum ditambah bunganya.&quot;</p>
	<p> Aku geleng-geleng kepala mendengar jumlah yang cukup fantastis itu untuk kantung keluarga kami yang cekak. Dan, aku tak mampu membayangkan bagaimana usaha Ibu, yang tidak kalah fantastisnya, untuk mendapatkan uang sebesar itu. Pinjam Bu Kadar? Bukankah utang Ibu sudah belasan juta?</p>
	<p> &quot;Aku dengar, Ibu mau mengiris tanah halaman belakang rumah. Sudah ada yang menwar tiga ratus ribu per meter. Tapi, Ibu minta empat ratus ribu.&quot;</p>
	<p> Kepalaku tersa berat. Ucapan Sokra menjelma menjadi ledakan dinamit di tempurung kepalaku. Terbayang di benakku, hamaparan tanah ratusan meter persegi itu teriris dan terlipat, seiring dengan pohon-pohon nagka, mangga, dan melinjo yang menjerit digorok gergaji mesin. Mereka tumbang secara slow motion. Berderak-derak. Lalu, sepasukan kuli bangunan menghajar tanah kami itu dengan pacul, membikin lubang panjang untuk fondasi. Truk-truk hilir-mudik menumpahkan batu, pasir, dan kapur. Deru molen yang mengaduk semen dan pasir serta kapur mengebor gendang telinga kami. Orang-orang kerja berhari-hari, dengan kulit berkilat-kilat penuh keringat, menata batu-bata demi batu-bata. Mendadak mataku terasa perih terganjal bayangan buruk itu.</p>
	<p> &quot;Harta kita tinggal tanah,&quot; ujar Ibu setengah bergetar. Kulihat tatapan matanya tetap tenang, meskipun kurasakan Ibu berusaha keras menahan air matanya. Kulihat tangannya yang keriput tekun mengaduk adonan gandum untuk dibuat donat.</p>
	<p> &quot;Tapi, bukankan Ibu bisa minta tolong Mas Jaswadi, Mas Seto, Mbak Senik, atau Mas Jalu. Mereka tidak akan miskin hanya karena memberi bantuan Ibu. Duit lima puluh juta sampai tujuh puluh lima juta tak berarti apa-apa bagi mereka.&quot;</p>
	<p> &quot;Minta uang mereka?&quot; Ibu menggelengkan kepala. &quot;Aku tidak akan membebani mereka. Aku merasa tak berhak menikmati kesuksesan mereka, meskipun aku ini ibunya. Tak pernah terpikir aku menagih jasa atas seluruh pengorbananku. Aku adalah ibu, bukan orang yang menyewakan rahim bagi anak-anaknya&#8230;&quot;</p>
	<p> &quot;Iya, tapi mestinya mereka bisa memahami penderitaan Ibu.&quot;</p>
	<p> &quot;Untuk apa? Apalagi aku merasa tidak sedang menderita.&quot;</p>
	<p> &quot;Tapi, bukankah Ibu harus mengiris tanah?&quot;</p>
	<p> &quot;Itu bukan penderitaan Cah Bagus. Bukan. Tapi, pengorbanan demi kebahagiaan kita bersama. Setidaknya bagi aku, yang merasa sangat bahagia melihat kamu dan adik-adikmu tumbuh mekar, berkembang dan mampu membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri,&quot; Ibu menghentikan tangannya mengaduk adonan gandum. &quot;Kamu paham, Cah Bagus?&quot;</p>
	<p> Aku terdiam. Tatapan Ibu menikam rongga dadaku.</p>
	<p> &quot;Aku berharap, hidupmu dan adik-adikmu selamat. Tidak menjadi orang culas yang sibuk menanam tebu di mulutnya, hanya untuk menutupi taring-taring yang berkilat-kilat setiap melihat urat leher orang lain. Atau, menjadi orang yag tega bertakhta diatas tumpukan pangkatnya sambil tertawa cengengesan, sementara begitu banyak orang hanya mampu membayangkan rasa kenyang. Kamu dan adik-adikmu tidak lahir dari rahim serigala&#8230;&quot; mata Ibu tampak sembab. Aku menjadi tidak tega untuk mencecar Ibu soal keputusannya mengiris tanah. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan ibu, yang menyusun bulatan gandum demi bulatan gandum seperti menyusun impian-impiannya, sebelum akhirnya diceburkan kedalam wajan penggorengan. Beberapa saat kemudian menguar bau sedap. Aku mencium bau donat-donat itu seperti mencium harum penderitaan Ibu.</p>
	<p> Lewat bulat-bulatan khas kampung itulah Ibu menyusun serpihan-serpihan impiannya menjadi sarang hangat bagi keluarga. Ibu tak peduli sarang kehangatan itu menjadi berpahatan lubang-lubang yang begitu gampang diterobos angin kencang. Bulatan-bulatan donat itu memang menghasilkan keuntungan yang tak begitu besar. Cukup sekedar untuk makan dan biaya sekolah. Tapi, Ibu bukan jenis orang yang terdidik menjadi rakus, misalnya tanpa merasa bersalah menipu pelanggan.</p>
	<p> Pernah, Ibu tersinggung ketika salah seorang adiknya, Om Narto, menyuruhnya berhenti menjual donat-donat itu, meskipun Om Narto, yang menjadi anggota DPR itu, sanggung memberi uang &quot;pensiun&quot; kepada Ibu. Apa boleh buat, bulatan-bulatan donat telah menjadi dunia ibu; disitu berleleran tetesan kebahagiaan yang mampu mengusir kesepian pada usia senjanya. Ya, ibu sangat kukuh menggenggam dunia donat itu, sejak ayah meninggal lima tahun lalu karena serangan stroke. Sepeninggal Ayah - yang hanya mewariskan uang pensiunan seorang guru yang tidak terlalu besar - Ibu membajak waktu, bergumul dengan adonan gandum, didih minyak goreng, kepulan asap, kocokan telur, simbah peluh, dan rasa lelah yang merampas tubuhnya. Ia menitipkan donat-donat itu di warung-warung kampung, dan akhirnya berkembang ke toko-toko. Donat Ibu terkenal enak.</p>
	<p> Lewat Kang Marto Bulus, makelar tanah yang mulutnya licin itu, karena setiap hari berkumur minyak pelumas, sebagian tanah kami jatuh ke tangan Pak Bei, peternak ayam potong yang punya puluhan karyawan. Pak Bei, yang bisa dibilang menggenggam seluruh jaringan perdagangan ayam potong di kota kami, tidak menawar harga yang disodorkan Ibu. Tanah seluas 500 meter persegi pun terlipat.</p>
	<p> Sejak tanah itu dibangun, kami disiksa hingar-bingar mesin pengaduk semen dan hantaman palu, pacul, dan martil yang berdebam-debam. Belum lagi ucapan kasar para pekerja bangunan yang selalu menggoda Arum, adikku yang tengah mekar dibalik blus seragam sekolahnya. Ucapan-ucapan mereka tidak lagi gurauan, tapi sudah menjurus ke pelecehan. Darahku yang mendidih membimbing tanganku untuk menampar mulut para kuli kasar itu. Tapi, Ibu meredakan amarahku, &quot;biarkan saja. Kamu dan adikmu tidak menjadi lebih gagah hanya karena mulut mereka kamu tampar.&quot;</p>
	<p> &quot;Tapi, mereka akan semakin kurang ajar!&quot;</p>
	<p> &quot;Nah, kalau sudah begitu, kamu berhak menampar harga diri mereka dengan ucapan yang halus.&quot;</p>
	<p> &quot;Bagaimanapun aku ini laki-laki, Bu! Aku punya tangan dan kaki!&quot;</p>
	<p> Ibu memandangku sambil menggelengkan kepala. Tatapannya dalam. &quot;Aku akan menemui Pak Bei untuk menegur para pekerja itu. Atau kalau perlu kita tuntut mereka,&quot; ujarnya pelan, tandas, namun tetap dengan senyum setengah mengembang.</p>
	<p> Senyum itu membuka peluang bagiku untuk minta uang. Keinginan itu sudah lama kutahan. Apalagi Ibu baru saja menerima pelunasan uang penjualan tanah dari Pak Bei. Telah lama aku mengimpikan sepeda motor besar seperti yang sering diiklankan di teve, yang terus-menerus merongrong tabunganku.</p>
	<p> &quot;Ibu tinggal menambah tujuh juta,&quot; ujarku sambil membantu Ibu mengaduk adonan gandum.</p>
	<p> &quot;Untuk apa motor besar itu? Kamu ingin memboncengkan pacarmu seperti dalam film-film teve yang membosankan itu?&quot;</p>
	<p> &quot;Bukan soal itu. Tapi, aku memang butuh kendaraan. Mosok aku pakai motor bebek yang sudah butut itu?&quot;</p>
	<p> &quot;Tapi, itu tinggalan bapakmu. Kamu harus rajin merawatnya.&quot;</p>
	<p> &quot;Iya&#8230; tapi&#8230; aku sangat ingin&#8230;&quot;</p>
	<p> &quot;Kamu jangan mimpi. Uang hasil penjualan tanah kita sebagian besar sudah kukirimkan kepada kakakmu Jaswadi. Katanya, bisnis barang antiknya hancur, ditipu makelar dari luar negeri. Dia rugi ratusan juta&#8230;&quot;</p>
	<p> Kepalaku terasa berpusing-pusing dan pecah. Muncul wajah si benalu Jaswadi, yang membikin aku muntah. Kuhajar, kucabik, dan kucakar wajah itu dalam erangan kemarahanku.</p>
	<p> &quot;Kamu tak perlu marah. Kalian semua anak Ibu. Kalau Jaswadi butuh bantuan dan aku mampu, mengapa tidak kubantu?&quot; Ibu masih berucap dengan suara emasnya, yang kini membikin aku mulai bosan mendengarnya.</p>
	<p> &quot;Mestinya Mas Jas bisa menjual mobilnya yang jumlahnya sampai tiga. Atau menjual rumahnya di Pondok Indah, Cinere, atau Matraman. Tidak malah&#8230;&quot;</p>
	<p> &quot;Kalau kamu masih ngotot ingin motor besar, Ibu bisa memenuhi. Tanah disamping rumah kita masih cukup luas untuk diiris. Kamu mau?&quot;</p>
	<p> Dadaku mendadak sesak. Dengan perasaan berat kugelengkan kepala. Tangan Ibu meraih kepalaku, megelus-elus seperti mengusap kelapa bayi yang sedang merengek dipelukannya. Kurasakan tetesan air mata hangat Ibu membasah dikeningku.</p>
	<p> &quot;Aku hanya ingin Jaswadi selamat. Dan, tetap mampu membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri&#8230;&quot; bisik Ibu.</p>
	<p> &quot;Tapi, perhatian Ibu yang berlebihan justru tidak mendidik Mas Jas.&quot;</p>
	<p> &quot;Tapi, aku yakin, kangmas-mu sudah sangat terpukul dengan pemberian Ibu. Percayalah, dia masih punya harga diri, dan masih ingat jika aku harus membesarkan dan menyekolahkan kamu dan adik-adikmu&#8230;&quot;</p>
	<p> Sepulang dari kuliah aku dikejutkan kedatangan seorang tamu yang duduk di beranda. Aku langsung menemui Ibu yang sedang membuatkan minuman untuk tamu itu. Katanya tamu itu dari Glodok.</p>
	<p> &quot;Jadi, tanah disamping rumah tetap Ibu jual?&quot;</p>
	<p> Ibu mengangguk sambil terus mengaduk minuman.</p>
	<p> &quot;Untuk apa?&quot;</p>
	<p> &quot;Kakakmu, Senik, mau buka usaha periklanan. Dia butuh modal besar. Katanya untuk membeli kamera, mesin editing, aahhh entah&#8230;&quot;</p>
	<p> Kepalaku kembali berputar-putar. Tak paham, kenapa kakak-kakakku mendadak menjelma menjadi serigala yang tega mengoyak dada induknya sendiri.</p>
	<p> Bidang demi bidang tanah kami lepas, melayang, dan terlipat di saku kakak-kakakku. Aku kembali tak paham, kenapa orang-orang yang merasa mampu hidup mandiri ternyata rapuh, dan harus membiayai citra kemandirian itu dengan menjadi benalu bagi Ibu, sang pohon tua.</p>
	<p> &quot;Harta kita tinggal tanah. Kalau kamu iri kepada kakak-kakakmu, aku mau mengiris sebagian tanah itu untuk kamu. Halaman depan rumah kita masih luas. Kita bisa menjualnya kapan saja,&quot; suara Ibu terdengar terisak.</p>
	<p> Aku terdiam. Berdiri bagai patung es yang terus meneteskan kesedihan, keharuan, tapi juga kejengkelan dan kemuakan kepada para benalu yang tidak tahu malu itu.</p>
	<p> &quot;Kalau ternyata nanti Mas Jalu juga ingin jatah tanah, apakah Ibu juga akan memenuhinya?&quot;</p>
	<p> Ibu mengangguk.</p>
	<p> &quot;Kalau nanti Mbak Tuning juga minta, Ibu akan memenuhinya?&quot;</p>
	<p> Ibu mengangguk, &quot;Kalau toh kamu juga meminta, aku juga akan mengangguk.&quot;</p>
	<p> Ucapan Ibu kembali menikam rongga dadaku.</p>
	<p> &quot;Saya kira sudah saatnya Ibu istirahat, menikmati sisa hidup. Tak perlu memikirkan anak-anak Ibu yang selalu bikin repot,&quot; kucoba menghalau rasa galau Ibu.</p>
	<p> Tapi, seperti biasanya, Ibu hanya menggeleng, &quot;mungkin kamu ini menganggap aku ini lebih celaka dari induk ayam, yang punya batasan waktu untuk nyampih anak-anaknya. Namun, aku tak pernah merasa menjadi Ibu yang celaka. Aku sangat bahagia. Bahkan, ketika aku harus kembali mengiris tanah kita untuk kakakmu Seto, yang ingin buka usaha sejak ia dipecat dari pekerjaannya. Aku hanya ingin keluarga besar kita rukun dan hidup selamat. Dan, mampu membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kirinya.&quot;</p>
	<p> Ibu beranjak ke dapur, meninggalkan aku sendirian di ruang tengah. Beberapa saat kemudian bau sedap gorengan donat menguar menguasai ruangan. Aku mencium bau harum penderitaan Ibu. Entah sampai kapan Ibu bisa bertahan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/engkau-tak-lahir-dari-rahim-serigala/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Arwah-Arwah Bayi</title>
		<link>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/arwah-arwah-bayi/</link>
		<comments>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/arwah-arwah-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 02:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masuwiek</dc:creator>
		
	<category>Cerpen Indra Tranggono</category>
		<guid>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/arwah-arwah-bayi/</guid>
		<description><![CDATA[	Perempuan itu lebih mencintai malam ketimbang siang. Malam memberinya keheningan, tempat ia menyusun rencana pertemuan dengan arwah-arwah bayinya. Demi arwah-arwah bayinya, ia ingin menjadi laba-laba yang setia membangun sarang dengan sulur-sulur lendirnya. Laba-laba itu tak pernah peduli pada angin yang mendadak melabrak dan memorakporandakan sarangnya. Laba-laba itu akan menyusunnya kembali: seinci demi seinci sulur-sulur lendirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Perempuan itu lebih mencintai malam ketimbang siang. Malam memberinya keheningan, tempat ia menyusun rencana pertemuan dengan arwah-arwah bayinya. Demi arwah-arwah bayinya, ia ingin menjadi laba-laba yang setia membangun sarang dengan sulur-sulur lendirnya. Laba-laba itu tak pernah peduli pada angin yang mendadak melabrak dan memorakporandakan sarangnya. Laba-laba itu akan menyusunnya kembali: seinci demi seinci sulur-sulur lendirnya dibentangkan di antara pojok tembok dengan langit-langit rumah, atau diantara ranting-ranting yang menuding ke langit.</p>
	<p> Hidup ini, pikir perempuan itu, memang sarat rencana karena manusia telah dijebak impian. Dijebak? Ah, juga tidak, bantah perempuan itu. Lewat impian, perempuan itu merasa leluasa mengulur-ulur harapan. Dan, ia sangat percaya pada harapan, yang membuatnya mampu bertahan hidup dengan semangat cinta. Ketika cinta itu menggetarkan hatinya, yang terbayang adalah bayi-bayi kecil, puluhan jumlahnya, yang saling berebut puting susunya yang penuh dan padat. Air susunya akan menderas, sederas cintanya pada bayi-bayi mungil yg berjejal-jejal dalam benaknya. Bayi-bayi mungil itu memang tidak pernah dilahirkannya, namun ia merasa mengasuh mereka.<br /><a id="more-108"></a> <br /> Perempuan itu tidak pernah merasa lelah menyunggi impian, sambil menguntai manik-manik kekecewaan yang terkalung dan terjerat lehernya. Tetapi, anehnya, pikir perempuan itu, dirinya tidak serta merta binasa karena didera rasa kecewa. Kekecewaan dan rontoknya rencana telah diubahnya menjadi untaian kenangan dan pelajaran yang mampu memberi darah baginya.</p>
	<p> Perempuan itu tidak tahu pasti berapa kali kekecewaan yang menjelma menjadi belati itu menikam-nikam lambungnya, menikam-nikam ulu hatinya. Ya, yang ia rasakan hanyalah rasa nyeri yang mengebor sukmanya. Jika rasa nyeri itu tiba, ia hanya berharap kepada malam untuk memberikan keheningan. Di dalam kolam keheningan itu, ia membasuh luka-luka. Ia tak pernah paham, kenapa malam selalu memberinya aliran tenaga, yang kadang terasa gaib dan membikin seluruh luka jiwanya raib. Sejak saat itu, ia semakin percaya kepada kekuatan malam. Hanya kala malam tiba, ia akan mejumpai bayi-bayi yang tak pernah dilahirkannya.</p>
	<p> Dalam doanya yang panjang, kadang-kadang, ia meminta Tuhan untuk mengubah seluruh isi hari dan seluruh detak waktu menjadi malam. Malam dan malam. Ya, malam yang sangat menggairahkan. Namun, ternyata Tuhan kelewat demokratis. Ia membagi hari menjadi siang dan malam. Perempuan itu pun menyerah, meskipun ia menggerutu kenapa harus ada siang hari yang selalu dikutuknya. Siang, pikir perempuan itu, hanya memberi hiruk-pikuk kerja yang didikte detak jam, target, sedikit upah, dan selebihnya rasa ngilu. Perempuan itu tidak ingin menjadi budak waktu, yang berenang dalam kubangan keringatnya sendiri sambil mengejar benda apa saja yang terapung disana.</p>
	<p> Perempuan itu diam-diam menyesal, kenapa kesadaran itu baru muncul sekarang. Bertahun-tahun ia tak berdaya, tunduk digiring ke kamp kerja paksa, dengan rangsangan upah ala kadarnya. Bertahun-tahun ia harus memelihara kekuatannya, dan mengubah saraf-sarafnya menjadi baja untuk melayani hasrat laki-laki yang bergairah mengisap seluruh isi tubuhnya demi beberapa teguk kenikmatan sementara. Entah sudah berapa puluh liter air mani laki-laki tumpah di rahimnya. Entah sudah berapa kali ia harus menggerus bakal janin agar tidak menjadi beban hidupnya. Barangkali, jika bayi-bayi itu bisa dilahirkannya, ia akan memiliki puluhan anak yang memenuhi rumah dan halaman. Tetapi, majikan yang menjebaknya menjadi perempuan penghibur, yang kini diistilahkan dengan gagah menjadi pekerja keras seks komersial, melarang dia untuk hamil.</p>
	<p> Padahal, ia sangat ingin punya anak. Ia hanya menangis setiap pengguguran bayi itu dilakukan. Ia membayangkan janin-janin itu meronta dalam rahinya, sebelum lebur dihajar cairan kimia. Ia juga tak bisa membayangkan kemarahan janin-janin itu kepadanya. Mereka akan menganggap dirinya sebagai perempuan kejam yang setiap kata dan tindakannya menjadi pisau dapur yang menikam-nikam mereka. Perempuan itu juga tidak sanggup membayangkan jika janin-janin itu mengutuknya sebagai raksasa yang meramu nyawa bayi-bayi dan mereguknya demi kenikmatan. Ia ingin menjelaskan, dan berharap janin-janin itu mengerti, bahwa dirinya ingin melahirkan mereka untuk memasuki hiruk pikuk dunia dan merengkuhnya dengan cintanya. Ia ingin menjelaskan semuanya. Namun, kesempatan itu tak kunjung tiba. Setiap waktu, ia disergap semacam perasaan bersalah, perasaan berdosa pada janin-janin yang amat dicintainya itu.</p>
	<p> Setiap malam, ia khusuk melakukan ziarah rahasia bagi arwah-arwah bayinya yang dirampas hak&nbsp; hidupnya. Ia begitu gembira bertemu dengan mereka. Ia, dengan kasih seorang ibu, menggendong mereka satu persatu, menyuapi mereka, mengajak mereka bermain, memandikan mereka dan menidurkan mereka.</p>
	<p> Perempuan itu, dengan sisa-sisa ingatan di masa kanak-kanaknya, juga mendongengi arwah-arwah bayinya. Ia sangat gembira memandang mata mereka yang berbinar-binar. Lusinan mata arwah-arwah bayi itu menjelma menjadi kristal-kristal cahaya yang membuat dadanya mekar. Di dadanya yang penuh itu, air susunya tak pernah habis dihisap berpuluh-puluh mulut mungil arwah bayi-bayinya. Ia merasakan kehangatan menjalar ke sekujur tubuhnya yang sintal. Ia merasa bahagia ketika dua putingnya itu dilumat arwah-arwah bayinya. Nyanyian pun akan selalu meluncur dari mulutnya seiring derasnya air susunya.</p>
	<p> Pada kedua pipi perempuan bermata sayu itu mengalir dua anak sungai setiap ia ditinggalkan arwah-arwah bayinya. Serat-serta kasih sayang yang teranyam itu dirasakan mendadak putus. Ia memang sangat mencintai bakal anak-anaknya, yang dihardik agar tidak melihat dunia. Ia tidak peduli, meskipun barangkali janin bayi-bayi itu berasal dari bibit laki-laki yang tidak jelas juntrungannya. Barangkali diantara mereka ada yang berasal dari bibit seorang jahanam atau bedebah busuk. Namun, pikirnya, janin itu tetap janin. Bayi itu tetap bayi, dengan segala kesuciannya. Tak seorang pun berhak mengutuk bayi, meskipun ia lahir dari lorong kegelapan.</p>
	<p> Ia sesungguhnya selalu berharap agar dunia yang kejam ini sedikit iba, dengan memberinya kesempatan untuk menguji janin-janin itu menjalani hidup. Tak soal, jadi apa mereka kelak. Apakah mereka itu akan menjadi sejenis bunglon, kadal, harimau, singa, ular piton, atau menjadi malaikat-malaikat kecil, yang dengan lingkaran aura cemerlang turun dari surga mewartakan berita langit. Hmm&#8230;</p>
	<p> Begitulah, setiap malam perempuan berwajah tirus dan berambut lurus itu selalu menanti kehadiran arwah-arwah bayinya. Ia selalu menunggu mereka di beranda, diantara rerimbunan perdu dan bunga-bunga. Ia membiarkan rambutnyayang tergerai panjang disisir angin pegunungan. Ia berharap arwah-arwah bayi itu turun dari langit, muncul diantara bintang gemintang, yang terasa hanya beberapa depa dari kepalanya. Kadang-kadang tangannya berusaha meraih bintang-bintang itu. Ia berharap bisa menemukan bayi-bayinya yang mungkin bersembunyi disitu.</p>
	<p> Ia juga sering bernyanyi, dengan suara sedikit parau, agar arwah-arwah bayinya keluar dari persembuanyiannya. Ia ingin mendekap mereka. Memeluk mereka. Mencium pipi-pipi mereka. Merasakan kehangatan yang luar biasa. Ia berharap malam mau mengabulkan harapannya untuk segera membuka tabir rahasia, dimana anak-anaknya itu berada.</p>
	<p> Bermimpi tentang bayi-bayi menjadi satu-satunya kemewahan bagi perempuan itu, yang tinggal di sebuah vila mungil diatas sebuah bukit. Vila itu pemberian seorang laki-laki kaya, yang jatuh cinta kepadanya. Laki-laki itulah yang membebaskan ia secara paksa dari seorang agen tenaga kerja wanita yang menjebaknya menjadi pekerja seks komersial. Perempuan itu menurut saja ketika laki-laki itu menjadikannya sebagai kekasihnya. Laki-laki itu setiap akhir pekan selalu mengunjungi dan mengajaknya menyelami samudra sampai ke dasarnya. Ia tidak keberatan, karena diam-diam ia memang suka.</p>
	<p> Meskipun hubungan itu telah berjalan jauh dan mendalam, ia merasa tidak perlu tahu siapa laki-laki itu sesungguhnya. Ia hanya bisa menebak-nebak. Mungkin laki-laki itu seorang saudagar yang sukses. Mungkin ia seorang birokrat. Mungkin seorang hakim, serdadu, politikus, makelar, seniman, atau tukang khotbah agama. Mungkin saja ia itu koruptor yang licik dan licin dan tidak pernah tersentuh hukum. Atau, ia malah preman kelas kakap yang punya impian spektakuler merampok semesta seperti Waska, tokoh ciptaan Arifin C Noer dalam lakon Umang-Umang yang pernah ia baca ketika menjadi mahasiswa. Ia tidak peduli.</p>
	<p> Yang paling membahagiakan ia hanyalah, di vila puncak bukit itu bisa memasuki malam dengan sempurna. Malam yang baginya selalu memberikan ketulusan yang menentramkan. Kadang-kadang ia berpikir, jangan-jangan ia lebih mencintai malam ketimbang laki-laki yang menghidupinya. Namun, ia tak peduli. Ia sekadar menjalani hidup ini. Ia ingin seperti air yang mengalir.</p>
	<p> Mendadak perempuan itu dikejutkan suara tangis bayi yang ramai. Malam pun seperti tergeragap dan terjaga, seiring dengan desau angin pegunungan yang menyimpan jutaan jarum baja yang menikam-nikam tulangnya. Tangis bayi-bayi itu membikin senyumnya mengembang, membuat matanya berbibar. Ia kembali merasakan kehangatan menjalar ke sekujur tubuhnya. Perempuan itu bergegas bangkit mencari sumber suara. Ia menuju berbagai arah. Rerimbunan perdu dan bunga-bunga disibaknya. Tak ada siapa pun ditemuinya. Tangis bayi itu terasa makin menjauh dan menjauh. Ia kesal. Wajahnya sedikit terlipat. Ia menganggap mungkin suara itu tangis anak-anak jin. Namun, ketika ia hendak menuju beranda, tangis bayi-bayi itu kembali terdengar. Ia kembali bergegas mencari sumber suara. Mendadak tangis bayi-bayi itu berubah menjadi mesin mobil yang menjamah halaman vila.</p>
	<p> Perempuan itu terkejut, dan hampir jatuh. Matanya silau diterpa sinar lampu mobil yang terang bagai siang.</p>
	<p> Mobil itu masih hidup ketika dua orang laki-laki turun. Langkahnya tegap. Perempuan itu mundur beberapa langkah, ketika tahu yang datang bukan kekasihnya. Kecemasan mendadak menyergapnya. Dua laki-laki itu merangsek dan mendekap perempuan itu. Perempuan itu meronta.</p>
	<p> &quot;Menyerahlah kamu perempuan sundal!&quot;, teriak salah satu dari mereka.</p>
	<p> Perempuan itu terus meronta. Namun, dua laki-laki itu terlalu kuat untuk dilawan. Mereka kemudian menyeret perempuan tak berdaya itu ke mobil. Mobil menderu, meninggalkan halaman vila yang remang diterobos tempias cahaya lampu dari beranda.</p>
	<p> Perempuan itu terpuruk di pojok ruangan remang yang penuh asap. Ruangan yang setiap sudut-sudutnya sangat ia kenali. Ruangan yang secara fasih mengisahkan sepotong perjalanan hidupnya yang keras, terjal, penuh peluh dan keluh. Di ruangan yang tanpa kipas angin itu, beberapa laki-laki telah menunggunya.</p>
	<p> &quot;Layani mereka dengan baik!&quot; ujar seorang laki-laki yang suaranya sangat dikenalnya. Suara berat yang jenuh dengan aroma alkohol. Suara yang setiap kalimatnya berbau ancaman, yang bertahun-tahun menindas jiwanya. Suara yang selalu menghadirkan bayangan mengerikan: kamar remang, laki-laki yang secara kasar membongkar pakaiannya, tubuh yang dirajam deru napas, dan rasa nyeri yang merajamnya sampai sukma.</p>
	<p> Begitulah hari-hari dilaluinya dengan perasaan nyeri di rongga dada. Nyeri dikemaluannya. Hari-hari itu selalu bermakna siang: kerja, kerja dan kerja demi kepuasan para pembeli tubuhnya. Ia selalu gagal menjumpai malam yang tulus memberikan keheningan. Ia pun tak pernah lagi menziarahi arwah-arwah bayinya. Germo itu telah merampas impian mewah miliknya. </p>
	<p> Perempuan itu tetap saja berjuang untuk membangun keheningan malam ditengah hirup pikuk birahi laki-laki yang rakus melumat tubuhnya. Namun keheningan malam gagal datang. Juga arwah bayi-bayinya sering datang menemuinya. Kini, ia dipaksa berenang-renang di genangan keringatnya. Ia dicengkeram rutinitas yang pelan-pelan membunuhnya.</p>
	<p> Perempuan itu keras-keras meronta, menjerit dalam jiwanya. Ia ingin mengadukan segala hal-ihwal sungkawa kepada keheningan malam. Namun, kini keheningan malam itu raib entah kemana. Sekuat tenaga ia kembali bangkit dan membangun persembunyian di rongga batinnya, seperti laba-laba membangun sarang, seinci demi seinci membentang sulur dari lendirnya. Di sarang itu, ia berharap bisa bercengkerama dengan arwah-arwah bayinya.***
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/06/arwah-arwah-bayi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>30 Cara Meningkatkan Traffic</title>
		<link>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/30-cara-meningkatkan-traffic/</link>
		<comments>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/30-cara-meningkatkan-traffic/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 06:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masuwiek</dc:creator>
		
	<category>Internet</category>
		<guid>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/30-cara-meningkatkan-traffic/</guid>
		<description><![CDATA[	1. Mendaftarkan blog ke Search Engine Kalo ini wajib hukumnya. Daftarkan blog anda keberbagai search engine utamanya Google, Yahoo dan MSN agar blog anda terindex oleh mesin pencari.
	 2. Tulis Content Secara Kontinu Dalam blog, content adalah yang utama, jadi pastikan tulisan anda mendapat perhatian lebih dan sesuai dengan tema blog. Kalo bisa sih tulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>1. Mendaftarkan blog ke Search Engine</strong><br /> Kalo ini wajib hukumnya. Daftarkan blog anda keberbagai search engine utamanya Google, Yahoo dan MSN agar blog anda terindex oleh mesin pencari.</p>
	<p> <strong>2. Tulis Content Secara Kontinu</strong><br /> Dalam blog, content adalah yang utama, jadi pastikan tulisan anda mendapat perhatian lebih dan sesuai dengan tema blog. Kalo bisa sih tulis postingan yang berkualitas dan berbobot.</p>
	<p> <strong>3. Template Blog</strong><br /> Desain dan layout blog juga menentukan apakah pengunjung akan betah berlama-lama di blog anda atau tidak. Pastikan navigasi, warna dan elemen-elemen dalam blog tidak error, juga hindari broken link ( link rusak ). Untuk itu pilihlah template blog secara seksama.<br /><a id="more-107"></a> <br /> <strong>4. Domain Sendiri</strong><br /> Menggunakan nama domain sendiri akan membuat blog anda tampak lebih profesional.</p>
	<p> <strong>5. Meta Keywords</strong><br /> Edit template blog anda dengan memberi meta keywords pada title, keywords dan descriptions. Ini sangat berguna untuk SEO.</p>
	<p> <strong>6. Submit ke Site / Blog Directory</strong><br /> Daftarkan blog anda keberbagai site / blog directory seperti blogcatalog, topblogarea, topbloglist, dsb.</p>
	<p> <strong>7. Link Exchange</strong><br /> Cara ini cukup populer dan sering digunakan dikalangan blogger. Tukar link dengan blog lain terutama yang mempunyai tema yang sama akan cepat menaikkan peringkat blog anda di mata search engine dan akan membawa traffic.</p>
	<p> <strong>8. Link Internal</strong><br /> Link postingan anda antara yang satu dengan yang lain yang mempunyai topik sama. Kalo bisa gunakan anchor text yang relevan agar hasilnya lebih maksimal untuk SEO.</p>
	<p> <strong>9. Sign Up ke Social Bookmarking Site</strong><br /> Sign Up ke Social Bookmarking Site seperti Digg, Reddit atau Stumble Upon dan dapatkan plugin untuk dipasang di blog anda. Jika artikel anda disukai oleh pembaca maka mereka dapat mensubmit artikel anda ke Social Bookmarking Site melalui plugin tersebut.</p>
	<p> <strong>10. Dummy Blog</strong><br /> Buat blog-blog baru untuk mendukung blog utama anda. Beri link menuju blog utama di blog-blog tersebut. Selain mendapatkan backlink untuk SEO, diharapkan pengunjung yang datang ke blog-blog dummy anda tersebut dapat dikenalkan ke blog utama anda.</p>
	<p> <strong>11. Download Gratis</strong><br /> Buat artikel / template untuk download gratis e-book, software, mp3 atau yang lainnya. Mayoritas netter menyukai hal-hal yang berbau gratis.</p>
	<p> <strong>12. Tagging Image</strong><br /> Tagging image adalah memberi identitas / nama pada gambar atau image di postingan. Ini berguna agar image anda terindex oleh search engine. </p>
	<p> <strong>13. Iklan Baris</strong><br /> Ini juga untuk mencari backlink. Iklankan blog anda di situs-situs iklan baris dan beri link menuju blog anda.</p>
	<p> <strong>14. Comment di Blog Lain</strong><br /> Berjalan-jalan ke blog lain dan beri komentar terutama pada blog yang mempunyai tema yang berhubungan dengan blog anda. Dikolom komentar biasanya disediakan tempat untuk menuliskan URL pemberi komentar.</p>
	<p> <strong>15. Subscribe Feedburner</strong><br /> Gunakan layanan feedburner untuk pengunjung yang ingin berlangganan artikel blog anda via email. Ini menjaga pengunjung blog anda agar selalu tahu tentang update blog anda dan menarik mereka kembali.</p>
	<p> <strong>16. Gosip Terbaru</strong><br /> Tulis sesuatu yang sedang tren, gosip terbaru dan terpanas atau sesuatu yang berbau kontroversial. Pastikan optimasi keyword untuk postingan tersebut tepat, maka blog anda berpotensi ramai pengunjung dari Search Engine.</p>
	<p> <strong>17. Sesuaikan Iklan</strong><br /> Jangan menaruh terlalu banyak iklan pada blog agar tidak mengganggu pembaca anda. Ini juga berguna agar loading page blog anda tidak lambat.</p>
	<p> <strong>18. Gabung di Site Social Networking</strong><br /> Join ke berbagai site social networking atau jejaring sosial dan tempatkan link blog anda di profil, bulletin atau apa saja yang memungkinkan. Berbagai jejaring sosial populer dunia dapat anda ikuti seperti myspace, facebook, friendster dan sebagainya.</p>
	<p> <strong>19. Belajar SEO</strong><br /> Untuk mendapatkan traffic dari search engine, SEO mutlak diperlukan. Perdalam kemampuan optimasi content dengan belajar SEO ke blog-blog yang tenar dan sudah terbukti kehebatan ilmu SEO-nya.</p>
	<p> <strong>20. Beli Iklan</strong><br /> Jika ada dana lebih, tidak ada salahnya anda membeli iklan di Google Adwords, AdsenseCamps dan sebagainya. Anda dapat mendatangkan traffik dengan instan dan cepat.</p>
	<p> <strong>21. Join Forum dan Mailing List</strong><br /> Join ke berbagai forum dan mailing list yang berhubungan dengan tema blog anda dan tempatkan link / signature di tempat yang memungkinkan. Aktiflah di forum atau mailing list tersebut dan anda akan mendapatkan trafik dari sesama anggota forum / mailing list.</p>
	<p> <strong>22. Buat Award atau Penghargaan</strong><br /> Buatlah award berbentuk banner dengan tema seperti &ldquo;Neno&rsquo;s Blogger Award&rdquo;, &ldquo;Blogger Award 2009&quot; dan sebagainya. Berikan award tersebut kepada 10 blog lain yang anda percaya dan minta mereka untuk memberi backlink kepada blog anda selaku pemberi award. Dan mereka juga dapat memberikan award tersebut ke 10 blog lain dengan peraturan yang sama. Begitu seterusnya.</p>
	<p> <strong>23. Postingan Berkala</strong><br /> Jadwalkan postingan anda secara teratur agar mudah di index oleh google dan pembaca tidak bingung dengan jadwal update blog anda.</p>
	<p> <strong>24. Maksimalkan Google</strong><br /> Gunakan layanan yang diberikan oleh google secara maksimal seperti google webmaster tools, google analytic dan google alert untuk mempermudah index google dan membantu memonitor perkembangan blog anda.</p>
	<p> <strong>25. Event / Kejadian Penting </strong><br /> Tulis tentang even / kejadian penting yang akan berlangsung sebulan sebelumnya agar tulisan terindex oleh google. Saat event tersebut tiba, blog anda berpotensi ramai pengunjung yang mencari info tentang event tersebut di search engine.</p>
	<p> <strong>26. Sesuatu Yang Baru</strong><br /> Tulis sesuatu yang baru dan jarang diangkat blog lain. Tulisan anda akan lebih mudah masuk Search Engine Result Page ( SERP ) dan terlihat lebih orisinil.</p>
	<p> <strong>27. Postingan List</strong><br /> Kebanyakan blogger tenar menyenangi postingan model list. Selain lebih efisien, postingan model list lebih mudah dipahami dan simple.</p>
	<p> <strong>28. Post Pillar</strong><br /> Luangkan waktu untuk menulis post pillar. Post pillar adalah inti dari blog anda. Pastikan post pillar mendapatkan perhatian lebih karena post pillar inilah yang akan digunakan untuk mendapatkan traffik terbanyak dari blog anda.</p>
	<p> <strong>29. Submit Postingan ke Article Directory</strong><br /> Submit postingan anda ke article directory seperti GoArticles, ArticleBiz, dan sebagainya. Selain mendapat backlink, blog anda juga bisa cepat terkenal jika memang postingan anda benar-benar berkualitas.</p>
	<p> <strong>30. Guest Blog</strong><br /> Tawarkan postingan anda untuk dimuat di blog orang lain, terutama blog yang bertema sejenis. Tempatkan link anda di postingan tersebut. Manfaat Guest Blog hampir sama dengan submit postingan ke article directory.</p>
	<p> Sumber : rohaditerate.blogspot.com</p>
	<p> <strong>Artikel yang mungkin berkaitan:</strong><br /> 
<ul>
<li><a href="http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/rahasia-jitu-meningkatkan-traffic/" target="_self">Rahasia Jitu Meningkatkan Traffic</a> </li>
 </ul>
 <br /> 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/30-cara-meningkatkan-traffic/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Jitu Meningkatkan Traffic</title>
		<link>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/rahasia-jitu-meningkatkan-traffic/</link>
		<comments>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/rahasia-jitu-meningkatkan-traffic/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 06:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masuwiek</dc:creator>
		
	<category>Internet</category>
		<guid>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/rahasia-jitu-meningkatkan-traffic/</guid>
		<description><![CDATA[	(Tulisan ini adalah isi dari ebook &ldquo;Sebuah Rahasia Teruji Bagaimana Mendatangkan Pengunjung Yang Tertarget Ke Website Anda!&rdquo; karya Parvidia Pakarya, 2007)
	 Kunci sukses bisnis online adalah seberapa banyak anda mampu mendatangkan banyak pengunjung yang memang tertarik pada penawaran anda ke website anda. Ada banyak cara dan tehnik yang dapat kita terapkan untuk mendatangkan pengunjung.
	 Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>(Tulisan ini adalah isi dari ebook <em>&ldquo;Sebuah Rahasia Teruji Bagaimana Mendatangkan Pengunjung Yang Tertarget Ke Website Anda!&rdquo;</em> karya Parvidia Pakarya, 2007)</strong></p>
	<p> Kunci sukses bisnis online adalah seberapa banyak anda mampu mendatangkan banyak pengunjung yang memang tertarik pada penawaran anda ke website anda. Ada banyak cara dan tehnik yang dapat kita terapkan untuk mendatangkan pengunjung.</p>
	<p> Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi dengan anda salah satu rahasia/trik yang saya gunakan dalam usaha mendatangkan ribuan pengunjung ke website saya dengan memanfaatkan <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> dalam rangka membangun traffic yang besar dan tertarget.<br /><a id="more-106"></a> <br /> Saya akan menjelaskan secara detail bagaimana saya memanfaatkan <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> untuk mendatangkan pengunjung yang besar dan terbidik ke website saya, yang pada akhirnya mendatangkan banyak profit bagi bisnis saya.</p>
	<p> Sistem yang digunakan oleh <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> ini telah memungkinkan saya untuk mendatangkan ratusan bahkan ribuan traffic perbulannya ke website saya. Dan hebatnya lagi orang-orang yang berkunjung ke website saya adalah orang-orang yang telah dipilih oleh <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> yang memiliki ketertarikan pada bisnis yang saya tawarkan. System ini sangat powerfull karena mampu mendatangkan pengunjung yang terbidik, yaitu orang-orang yang memang memiliki ketertarikan pada bisnis yang anda tawarkan. Cara terbaik memanfaatkan <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> adalah dengan mendaftar sebagai FREE MEMBER. Jika anda belum memiliki account di <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>, silahkan mendaftar disini: <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">Daftar TrafficSwarm</a>. Ketika anda mendaftar pertama kali anda akan mendapatkan<br /> 100 free link credit. Dengan 100 free link credit berarti website anda mendapat 100 pengunjung terbidik.</p>
	<p> Ketika pertama kali join <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>, saya tahu bahwa saya bisa membayar untuk mendapatkan pengunjung ke website saya. Saya fikir inilah cara terbaik untuk mendatangkan pengunjung. Dan sayapun membayar US$62.50 untuk 25.000 credit yang berarti saya akan mendapatkan 25.000 kunjunguan ke website saya melalui jaringan <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>.</p>
	<p> Akan tetapi pada akhirnya saya menyadari bahwa ini bukan cara yang baik. Karena apa? Karena ketika 25.000 credit itu telah habis maka saya harus membayar kembali sebesar US$62.50 lagi untuk mendatangkan pengunjung lagi ke website saya, karena jika tidak maka tidak akan ada pengunjung yang akan datang ke website saya. Kemudian saya mempelajari lebih jauh lagi tentang sistem pada <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> dan akhirnya saya berkesimpulan bahwa cara terbaik mendatangkan pengunjung yang terbidik ke website saya adalah dengan cara mempromosikan referral URL <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> saya untuk mendapatkan downline. Karena dengan begitu saya bisa mendapatkan free credit dari setiap orang yang mendaftar melalui link saya. Tidak hanya itu, saya juga akan mendapatkan keuntungan, setiap kali mereka menggunakan sistem <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>.</p>
	<p> Dan sayapun mencoba berbagai cara untuk mempromosikan link <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> saya tersebut.</p>
	<p> Search Engine&#8230; butuh waktu yang lama untuk terlisting<br /> beriklan di ezine&#8230; sangat mahal<br /> press release&#8230; sangat mahal<br /> Promosi melalui iklan baris &amp; milis&#8230; hasilnya tidak begitu bagus</p>
	<p> Setelah mencoba berbagai cara, akhirnya saya menemukan cara terbaik. Ya, saya kembali akan menggunakan Search Engine tetapi dengan cara yang berbeda.</p>
	<p> Saya telah lama menggunakan program pay-per-click untuk memasarkan website saya http://paketbisnis.pvidia.com. Ini membuat saya berfikir mengapa tidak menggunakan program pay-per-click ini saja untuk mendapatkan downline. Cara ini ternyata lebih efective dan jauh lebih murah dibandingkan dengan membayar extra credit seperti yang saya lakukan sebelumnya.</p>
	<p> Hal pertama yang saya lakukan adalah memilih pay-per-click search engine yang akan saya gunakan. Banyak sekali search engine yang mempunyai program pay-per-click ini, tetapi satu yang saya pilih yakni Google. Mengapa Google? Karena Google adalah search engine terbesar, dimana 43% netter menggunakan Google untuk mencari informasi tentang sesuatu, 23% menggunakan Yahoo, 16% menggunakan Windows Live Search dan sisanya menggunakan search engine lain. Ini menurut survey dari iRatting.</p>
	<p> Kunci keberhasilan pada program pay-per-click search engine dalam memperoleh pengunjung yang terbidik adalah dengan mempertimbangkan biaya dengan menfaat yang akan kita terima. Kemidian cari dan temukan kata kunci / keywords yang banyak diminati orang tapi dengan harga penawarang (bidding) yang murah.</p>
	<p> Banyak orang mencoba menggunakan kata kunci yang tidak tepat ketika mereka menggunakan program pay-per-click. Ini tentu saja akan merugikan diri sendiri. Jika saya sedang mencari sesuatu dan anda mengiklankan kata kunci yang sedang saya cari tersebut, akan tetapi ketika saya datang ke website anda saya tidak menemukan apa yang saya cari, maka tentu saja saya akan segera beralih ke website yang lain.</p>
	<p> Saya duduk dan menulis semua keyword yang berhubungan dengan traffic, promosi dan link generation. </p>
	<p> Saya mendapatkan kurang lebih 200 kaywords, kemudian saya seleksi hingga menjadi 6 buah keywords yang paling relevan namun tidak mahal.</p>
	<p> Saya bisa saja memilih kata &quot;promosi&quot; sebagai kata kuncinya, tetapi harga penawaran per click-nya terlalu mahal.</p>
	<p> Caranya adalah dengan mendaftarkan ke 200 kata kunci tersebut di program Google AdWords, dan membuang semua kata kunci yang mahal harga penawarannya, yakni yang harga penawarannya diatas US$1.</p>
	<p> Harga penawaran maximum yang saya ambil adalah tidak lebih dari 1 cents dollar dan saya membatasi biaya perharinya tidak lebih dari US$2. Maksudnya, apabila biaya hari itu sudah mencapat US$2, maka iklan saya otomatis dihentikan dan dimunculkan kembali hari berikutnya, sampai mencapai US$2. Begitu seterusnya. Dengan begitu saya tahu, bahwa saya tidak akan membayar lebih dari US$2 per hari.</p>
	<p> Dengan cara ini saya bisa mendapatkan sekitar 10 sampai 15 click perhari. Dan hasilnya dari 159 orang yang meng-click iklan saya, 55 orang join <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>. Ini berarti success rate-nya adalah 39.6%. Atau dengan kata lain setial 2,89 pengunjung, 1 orang join <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>.</p>
	<p> Dengan 55 orang yang mendaftar sebagai level 1, dan kemudian saya mendapatkan 54 pendaftar di level 2, 99 pendaftar di level 3, 19 pendaftar di level 4 dan 0 pendaftar di level 5, total ada 227 orang dibawah saya dari level 1 sampai level 5</p>
	<p> Jadi dengan total 227 orang, seandainya saja setiap orang ini hanya mengklik 1 iklan <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a> yang terdisplay di browser mereka 1 iklan perhari, maka saya akan mendapatkan 227 credit perhari.</p>
	<p> Plus! Dari 55 orang yang mendaftar di level 1, otomatis saya mendapatkan 100 credit dari masing-masing orang sehingga saya mendapatkan 5.500 credit dari 49 orang di level 2 saya dapat 24.500 credit, dan seterusnya, sehinggal total credit yang saya dapat dari traffic swam adalah 115.663 credit.</p>
	<p> Masih ingat ketika pertama kali saya join <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>, saya membayar US$62.5 untuk 25.000 credits?</p>
	<p> Saya telah mendapatkan lebih dari 100.000 credit hanya dengan menghabiskan uang sekitarUS$ 15 di Google AdWords.</p>
	<p> Demikian cara saya mendapatkan traffic dari <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">TrafficSwarm</a>. Tentu saja anda juga bisa melakukan hal yang sama. Silahkan mendaftar TrafficSwarm <a target="_blank" href="http://www.trafficswarm.com/go.cgi?970530">disini</a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/04/rahasia-jitu-meningkatkan-traffic/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>ELLEX YOU BAND</title>
		<link>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/01/ellex-you-band/</link>
		<comments>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/01/ellex-you-band/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 01:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masuwiek</dc:creator>
		
	<category>Just for Fun</category>
		<guid>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/01/ellex-you-band/</guid>
		<description><![CDATA[	Banyak kita jumpai kata-kata unik disekitar kita yang membuat kening berkerut, tetapi kemudian memancing tawa. Di kaca belakang sebuah bus tertulis &quot;Ellex you band&quot;. Ternyata itu kata-kata bahasa jawa yang di-&quot;Inggris&quot;-kan, maksudnya Elek yo ben, jelek ya biar saja. Sedangkan di kaca belakang sebuah angkot tertempel tulisan &quot;Go let due with&quot;. Wah, apa lagi ini? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Banyak kita jumpai kata-kata unik disekitar kita yang membuat kening berkerut, tetapi kemudian memancing tawa. Di kaca belakang sebuah bus tertulis &quot;Ellex you band&quot;. Ternyata itu kata-kata bahasa jawa yang di-&quot;Inggris&quot;-kan, maksudnya Elek yo ben, jelek ya biar saja. Sedangkan di kaca belakang sebuah angkot tertempel tulisan &quot;Go let due with&quot;. Wah, apa lagi ini? Rupanya, yang menulis orang yang pekerjaannya harus malang-melintang mencari rezeki, alias &quot;golek duwit&quot; atau mencari uang.</p>
	<p>Di sebuah warung terpampang salah satu menunya &quot;S the gun&quot;. Apakah disana juga dijual senjata? Oh tidak, itu minuman andalan mereka, es degan atau kelapa muda.</p>
	<p>Pada jalur Yogyakarta dan Magelang, tampak angkot yang mencantumkan trayek yang dilewatinya, &quot;Tempel Bali Yogya&quot;. Tempel nama kota kecil di utara Yogyakarta, sebelum Magelang. Kata &quot;Bali&quot; berarti balik lagi alias kembali lagi atau pulang pergi (p.p). Wah, kalau benar ke Bali, pasti angkotnya remuk.</p>
	<p>Di yogya juga ada nama tempat yang mirip dengan nama kota terkenal di dunia seperti New York, New Mexico, New Zealand. Tempat itu bernama &quot;New Tran&quot;, ucapannya memang seperti bahasa Inggris, yakni Nyutran, sebuah kawasan dekat LP Wirogunan.</p>
	<p>Selain di Korea, Pyongyang juga ada di antara Yogya-Wonosari. Lo kok? Benar, Pyongyang plesetan dari Piyungan, sebuah kota di Kabupaten Gunung Kidul. Coba pula perhatikan, kata Godean - kota kecil di barat Yogya - tersusun dari dua kata bahasa Inggris, Go (pergi) dan Dean (dekan). Begitula pula orang asing kerap mengucapkannya, &quot;Godin&quot;.</p>
	<p>Di Yogyakarta ada SMU yang diberi nama sesuai tempatnya, Tirtonirmolo (artinya &quot;istana air&quot;), yakni SMU Negeri 1 Tirtonirmolo. Oleh para siswanya, agar sekolah tampak mentereng, dibuatlah stiker kecil bertuliskan bahasa Inggris berbunyi, &quot;SMU Water Castle&quot;. Rupanya, gramatika urusan nanti, yang penting joss!
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masuwiek.blogsome.com/2009/10/01/ellex-you-band/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
